1. PENDAHULUANProspek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius PeliProfesi QS adalah profesi yang ahli dalam bidang ekonomi pembangunan dan mempunyai tujuan untuk memastikan bahwa sumber daya yang digunakan dalam industri pembangunan dapat bekerja secara maksimal dan seekonomis mungkin Profesi ini memberikan jasa konsultasi biaya pembangunan bagi pihak klien dan tim proyek selama proses pembangunan.
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius PeliMenurut The Royal Institution of Chatered Surveyors (RICS) dalam beberapa kajian terakhirnya menyimpulkan bahwa perlunya pengertian dan pemahaman yang lebih tentang biaya pembangunan. Baik dalam hal perubahan keadaan dan peran dari quantiti surveyor. Peran dan perkembangan ilmu ini dalam tahun-tahun terakhir cukup pesat dan bermanfaat bagi pengurusan keuangan tertentu dari pembangunan proyek (…………………,19….).
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius PeliAshworth (1994), mengatakan bahwa “Quantity Surveying merupakan cabang ilmu pengetahuan yang memfokuskan pada bidang pengukuran atau penaksiran bahan-bahan dalam kerja-kerja pembangunan”.
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius PeliChristoper dan Partner (1994), mengatakan tugas dan tanggung jawab profesi QS adalah sebagai berikut:
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius Peli- Memberikan perkiraan biaya awal suatu proyek.
- Membuat perancangan biaya termasuk perkiraan investasi suatu proyek.
- Merancang perputaran biaya (Cash flow) dan analisis nilai (Value analysis).
- Procurement dan proses tender.
- Membuat dokumen tender.
- Mengevaluasi hasil tender.
- Membuat laporan keuangan dan pembayaran sementara.
- Membuat laporan akhir keuangan dan penyelesaian jika terjadi perselisihan pada dokumen kontrak.
- Menjalankan pengurusan proyek.
- Memberikan pengarahan tentang pelaksanaan proyek.
Dalam industri pembangunan di Indonesia profesi QS berada dalam konsultan perencana dan konsultan pengawasan. Kedua konsultan ini harus menjadi anggota INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) (Tela, 2000).
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius PeliPada saat ini di Sumatera Barat terdapat kira-kira 300 buah konsultan perencana yang mempekerjakan Arsitek maupun teknik lainnya untuk melakukan pekerjaan QS (Peli, 1999). Mereka hanya dibekali oleh pengalaman tentang perhitungan/perkiraan biaya suatu proyek dan mempelajari secara otodidak. Kebanyakan mereka mengakui diri mereka sebagai ahli QS walaupun bukan lulusan dalam bidang QS. Sehingga dalam pekerjaan pengukuran dan pembuatan biaya proyek sering terjadi masalah.
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius Peli2. Tantangan dan Peluang Pendidikan QS di IndonesiaProspek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius PeliDi negara maju terutama di United Kingdom, jasa QS telah berkembang dan menjadi penentu dalam suatu projek. Dengan fungsi dan peranan profesi QS sehingga suatu projek akan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Di negera berkembang profesi QS ada karena keperluan dari suatu projek bantuan dari negara maju yang mengharuskan konsultan QS. Karena ketiadaan tenaga pada Negara yang dibantu tersebut maka Negara donor cenderung membawa sendiri tenaga QS dan mereka dibayar sangat tinggi. Dengan keterbatasan tenaga QS tersebut seolah-olah profesi menjadi kelompok elit dan terkesan tanpa mengikut sertakan tenaga QS lokal yang ada. Ini mungkin karana tidak terdapatnya tenaga lokal yang berlatar belakang QS dan ini merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian dari berbagi pihak (Waluyo, 1995). Tenaga QS lokal tidak dapat meningkatkan pengetahuan atau melanjutkan pendidikan secara formal yang hanya tersedia di negara maju saja. Mereka hanya dapat meningkatkan pengetahuan mereka melalui majalah, jurnal-jurnal dan kursus-kursus. Disamping itu mereka juga kurang meluangkan waktu untuk berdiskusi dan memikirkan pengembangan profesi mereka sehingga ketergantungan pada tenaga asing QS masih dominan. Tenaga asing yang ada juga tidak membantu tenaga lokal untuk berdiri sendiri. Banyak diantara mereka hanya memikirkan kedudukan mereka tanpa mahu membantu tenaga lokal untuk dapat maju di bidangnya (Alkayat, 1995).
Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius Peli1 2 3 4 5 » selanjutnya Prospek Profesi dan Pendidikan Quantity Surveying (QS) di Indonesia oleh Nasfryzal Carlo dan Martalius Peli