EnglishIndonesia

Link

.: Link Lain :.

Online
» Dr. Dirman Hanafi, MT melihat halaman:

Pengunjung: 8, Anggota: 1 ...

paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

.: Apa itu RSS :.
Patriot yang Gelisah
Abjad Pertama Judul Tulisan
&ABDEFGHIJKLMNOPQRSTUW semuanya Daftar
05 22
Al-Hamis, 16 Jumada Al-Ula 1429 H - 08:58:41
oleh: Fajar Kartika, S.S, M.Hum

Pendidikan dimasa liberalisasi ini melahirkan tindakan-tindakan instan yang reaksioner, yang justru dilakukan oleh staf pengajar di universitas. Gaya mengajar yang kuno (tidak sesuai tuntutan kompetensi), jarang mengajar (dengan alibi memakai pendeka

PATRIOT YANG GELISAH

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
...engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

-Hymne Guru

Patriot yang Gelisah oleh Fajar Kartika, S.S, M.Hum
Tidak seperti biasanya, pagi hari itu, menjelang pukul 08.00 wib, ruang administrasi sebuah fakultas terlihat penuh oleh dosen. Tak perlu heran, hari itu adalah awal ujian semester. Dan tentu saja, para dosen itu, datang pagi-pagi bukan untuk memberi kuliah namun untuk mengawasi pelaksanaan ujian. “Jaga ujian”, demikianlah teriak mereka bahagia. Bahagia? Jelas!, jaga ujian berarti uang tambahan. Dan itu artinya harus bergegas untuk datang tepat waktu atau kalau tidak, posisi mereka akan digantikan orang lain. Terlebih hal itu sudah diatur dalam tata tertib pengawas ujian. Artinya, uang melayang. Sayang, kan?
Episode berganti. Di sebuah ruangan ujian, seorang muda membacakan dengan keras tata tertib peserta ujian dan diakhiri dengan perintah kepada para peserta untuk menaruh tas/barang bawaan di depan kelas. Pembacaan tata tertib ternyata sudah disepakati saat rapat panitia pelaksana ujian. Apa lacur? Tak ada yang melakukannya kecuali dia seorang. Ujian tahun ini diniatkan sebagai perbaikan sistem ujian yang bermuara pada perbaikan kualitas mahasiswa. Yang diincar adalah syahwat menyontek mahasiswa. Mahfum kita sadari bahwa nafsu menyontek dicurigai sebagai embrio korupsi, kolusi dan segala hal yang kelak akan menambah porak poranda negara ini. Pada ujian kali ini, konsepnya adalah memperketat pengawasan ujian. Tak pelak, semestinya konsep pelaksanaan ujian kali ini mendapat sambutan hangat. Semestinya segenap gugus pengawas tidak bersikap sama seperti pelaksanaan waktu-waktu sebelumnya. “Kita harus bangun dari tidur, kawan. Sekarang waktunya bekerja”, demikianlah seruan Napoleon Bonaparte saat ia memimpin Perancis yang baru. “Bangsa Amerika adalah kumpulan orang-orang yang bekerja keras melebihi moyangnya di Eropa”, demikianlah kata John Adams, salah seorang pendiri Amerika. Sekarang kita menyaksikan hasil kerja keras mereka. Perancis menjadi negara maju dan mapan begitu pula halnya dengan Amerika.

Perubahan selalu mengagetkan. Jangankan yang bersifat massal, yang bersifat individualpun tetaplah tak mengenakkan. Marilah kita toleh paparan berikut ini.
Ujian adalah ajang untuk membuktikan sejauhmana sang anak didik menyerap dan memahami pelajaran yang selama ini disampaikan oleh pengajar. Ujian bisa berbentuk tertulis dan atau lisan. Di progdi tempat penulis mengabdi, nampaknya, hanya matakuliah Speaking yang diyakini cocok dengan model ujian lisan. Sisanya, dalam bentuk ujian tertulis. Tentu saja, bukankah Speaking berarti “berbicara” dalam bahasa kita. “Capek dan kayak ga mungkin kalo harus lisan”, demikian komentar yang muncul searah dengan pertanyaan penulis atas kemungkinan ujian lisan bagi beberapa matakuliah non-Speaking. Jawaban tersebut sebenarnya absurd. Ujian tertulis menuai konsekuensi logis, yakni memeriksa hasil test atau yang biasa dikenal dengan sebutan mengoreksi. Lalu tidakkah capek juga kalau harus mengoreksi puluhan kertas jawaban terutama jika itu esai? Jangan – jangan tidak dikoreksi.? Lalu jika demikian, dari mana datangnya nilai? Abrakadabra-kah? Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengajak para pendidik beramai-ramai melakukan bentuk tes lisan. Test tertulis-pun tetap memiliki unsur ke-valid-annya. Namun jangan “capek” dijadikan rujukan, sebab hal itu tidak akan membuat kita maju. Jangan takut capek, jangan ragu untuk bergerak. Berubah memang tidak enak. Tapi sabarlah, kawan. Perancis bisa maju, Jerman bisa bangkit, Jepang mampu menggeliat, lalu kita?

Pemerintah nampaknya menangkap kegelisahan ini. Dengan paket kebijakannya yang baru, melalui Departemen Pendidikan, pemerintah mengeluarkan aturan sertifikasi guru dan dosen. Tujuannya jelas. Perbaikan taraf hidup bagi kaum pendidik Indonesia. Melalui mekanisme tersebut diharapkan, kaum pendidik bisa fokus kepada tugas dan tanggung jawabnya. Tapi ini Indonesia. Alih-alih konsentrasi bekerja meningkat, para pendidik justru terjebak untuk gelisah memikirkan dengan amat sangat, syarat ikut sertifikasi. Ada yang gelisah karena masa pengabdiannya belum mencukupi dan ada pula yang gelisah karena gelar master-nya tidak sejalur, kadang ada juga yang bernafsu untuk menambah jumlah jam mengajar sekedar untuk memenuhi syarat ikut sertifikasi, dll. Akhirnya terciptalah iklim kompetisi. Tapi bukan berkompetisi tentang siapa yang terbaik dalam mendidik mahasiswa/i, melainkan berkompetisi untuk menjadi yang pertama masuk dalam daftar sertifikasi. Runyam! Tambah runyam lagi jika pemberlakuan sertifikasi menganut sistem kuota. Jadi segala upaya panik tadi tentulah sia-sia. Runyam karena reaksi absurd.
Pendidik pastilah kaum yang terdidik. Tugasnya mendidik dan mencerdaskan masyarakat. Sertifikasi perlu untuk diperjuangkan. Tapi tugas utama jangan dilupa. Dan kitapun melenggang serta berdendang hymne guru dengan bangga dan mantap. Karena kita selalu mendidik dengan penuh tanggung jawab. Penuh tanggung jawab, kawan.

Fajar Kartika, S.S, M.Hum


Tentang Penulis:
Penulis adalah staf pengajar di PBI FKIP Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah. Penulis juga pengamat budaya dan aktif dalam kegiatan yang dikelola oleh KS2B (Kelompok Studi Bahasa dan Budaya).
Patriot yang Gelisah oleh Fajar Kartika, S.S, M.Hum
Artikel Kependidikan Lain
Ketika Kita Ingin Bersekolah
oleh Zhu_Guevara
Senin 05 Mei 2008 - 11:53:39
Al-Itsnayna, 28 Rabi Al-Thani 1429 H - 11:53:39
Pembinaan dan Pengembangan Kompetensi Guru SMA Negeri Memilukan Hati Kita
oleh Dr. H. Welya Roza, MPd.
Senin 05 Mei 2008 - 11:53:16
Al-Itsnayna, 28 Rabi Al-Thani 1429 H - 11:53:16
Kesulitan Siswa Dalam Bahasa Inggris di Sekolah
oleh Sri Wahyuni, Mhs FKIP
Senin 21 April 2008 - 11:25:19
Al-Itsnayna, 14 Rabi Al-Thani 1429 H - 11:25:19
Penerapan Model Pembelajaran Jarak Jauh
oleh Dr. A. Rusfidra
Selasa 03 Oktober 2006 - 08:16:32
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 08:16:32
Membangun Kampus Unggulan
oleh Indrawadi, S.Pi
Rabu 05 Juli 2006 - 08:23:18
Al-Arba'a, 8 Jumada Al-Thani 1427 H - 08:23:18
Guru Atau Dosen
oleh Indrawadi,S.Pi
Sabtu 11 Februari 2006 - 12:25:21
As-Sabt, 12 Muharram 1427 H - 12:25:21
Karakteristik PTS Bermutu
oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik,MT
Sabtu 06 Agustus 2005 - 11:46:08
As-Sabt, 1 Rajab 1426 H - 11:46:08
Pendidikan Bermutu
oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT
Selasa 21 Juni 2005 - 07:31:28
Ats-Tsalatsa, 14 Jumada Al-Ula 1426 H - 07:31:28
Karakteristik PTS Bermutu
oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT
Rabu 15 Juni 2005 - 15:50:18
Al-Arba'a, 8 Jumada Al-Ula 1426 H - 15:50:18
Sekolah Gratis
oleh Muhibbullah Azfa Manik
Kamis 09 Juni 2005 - 11:40:05
Al-Hamis, 2 Jumada Al-Ula 1426 H - 11:40:05
   Berita Kampus
»KESEMPATAN EMAS BAGI MASYARAKAT YANG SIBUK UNTUK KULIAH DI FPIK UBH
Mulai semester Ganjil 2008/2009 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta memberik ...
»Fakultas Hukum dan FKIP UBH Primadona
Padang, Padek-- Hari ini Universitas Bung Hatta (UBH) bakal mengumumkan kelulusan sekitar 1.200 calo ...
»Pengiriman Mahasiswa Mengikuti Kompetisi Matematika Tingkat Nasional
Lima orang mahasiswa akan dikirim mengikuti kompetisi matematika tingkat nasional pada tanggal 12 - ...
»Mahasiswa FTI-UBH, Olah Kotoran Ternak Jadi Energi Listrik
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Muhammad Nizam Ibka menci ...
»Bupati Tanah Datar Meresmikan Kincir Air Kerjasama Dengan Universitas Bung Hatta
Dalam rangka meningkatkan komunikasi yang produktif antar stakeholders, Forum Komunikasi dan Konsult ...
Copyright (c) Universitas Bung Hatta
Design by Djamboe WebDesign
Development by Djamboe WebDesign