Link
Online » Dr. Dirman Hanafi, MT melihat Halaman Utama
Pengunjung: 8,
Anggota: 1 ...
paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
e-Learning Univ. Bung Hatta
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
.: Apa itu RSS :.
|
Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat
|
Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 11:07:26
oleh: Indrawadi, S.Pi |
Rusaknya hutan mangrove untuk dijadikan lahan pertambakan atau karena penebangan yang tak terkendali membawa dampak negatif pada lingkungan laut berupa sedimentasi, yang pada gilirannya akan merusak terumbu karang dan padang lamun. Sedimentasi juga meningkatkan kekeruhan yang menyebabkan menurunnya kelayakan lingkungan untuk pariwisata maupun perikanan.Usaha penghijauan atau reboisasi hutan mangrove di beberapa daerah, baik di pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, maupun Irian Jaya telah berulangkali dilakukan. Upaya ini biasanya berupa proyek yang berasal dari Departemen Kelautan dan Perikanan, maupun Departemen Kehutanan bahkan dari Pemda setempat. Namun hasil yang diperoleh relatif tidak sesuai dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan oleh pemerintah. Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiPadahal dalam pelaksanaannya tersedia biaya yang cukup besar, tersedia tenaga ahli, tersedia bibit yang cukup, pengawasan cukup memadai, dan berbagai fasilitas penunjang yang lainnya. Mengapa hasilnya kurang memuaskan? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peran serta masyarakat dalam ikut terlibat upaya pengembangan wilayah, khususnya rehabilitasi hutan mangrove dan masyarakat masih cenderungd ijadikan obyek dan bukan subyek dalam upaya pembangunan (Subing, 1995). Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiSecara umum ekosistim mangrove cukup tahan terhadap berbagai gangguan dan tekanan lingkungan. Namun sangat dipengaruhi oleh pengendapan atau sedimentasi, ketinggian rata-rata permukaan laut dan pencemaran perairan itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya penurunan oksigen dengan cepat yang selanjutnya akan menyebabkan kerusakan. Kerusakan mangrove juga disebapkan oleh kegoatan penebangan/eksploitasi masyarakat ataupun konversi lahan untuk keperluan lain. Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiDinas Perikanan dan Kelautan Sumbar bekerjasama dengan LPPM Univ.Muhamadiyah melakukan penanaman 10.000 batang bibit mangrove di Kelurahan Aur dan Desa Taluk, Kota Pariaman pada areal seluas 1Ha. Namun demikian upaya lanjutan untuk memulihkan kembali hutan mangrove harus dilakukan. Hasil identifikasi oleh tim menunjukkan masih banyaknya areal hutan mangrove yang perlu irehabilitasi kembali.Di sepanjang pesisir Kota Pariaman masih terdapat potensi mangrove seluas 3,5 ha yang diakui sebagai tanah adat atau ulayat. Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiSurvei Lokasi Sebelum pemilihan lokasi penanaman terlebih dahulu dilakukan survey yaitu kesesuaian lahan, inventarisasi tentang struktur komunitas lokal dari mangrove serta karakteristik lingkungannya. Dari hasil survei diperoleh data-data jenis mangrove yang tumbuh secara alami di kelurahan/desa karan Aur dan Taluk antara lain dari jenis Brambang (Sonneratia caseolaris), Cemara laut ( Casuarina equisetifolia), Jeruju (Achantus ilicifolis), Waru Laut ( Hibiscus tilaceus), Kalimuntung (Cerbera mingas), Nipah (Nypa fruticans) dan Nibung (Onchosperma tigillaria). Selain jenis alami, data-data kualitas airpun di ukur, maupun subtrat tempat hidupnya yang berupa pasir berlumpur dengan ketebalan rata-rata mencapai 25 cm. Secara umum lokasi tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan perlindungan (green belt), yang dapat pula dikembangkan sebagai daerah wisata untuk mendukung potensi sumberdaya yang ada sebelumnya. Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiBerdayakan Masyarakat Pesisir Dengan memberdayakan potensi masyarakat pesisir, tentunya masyarakat juga merasa bertanggung jawab. Artinya masyarakat merasa ikut memiliki (tumbuh senseof belonging) hutan mangrove yang telah mereka rehabilitasi tersebut. Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiBegitu pula,seandainya hutan mangrove tersebut telah menjadi besar, maka masyarakat juga merasa harus mengawasinya, sehingga mereka dapat mengawasi apabila ada yang ingin mengambil atau memotong hutan mangrove hasil rehabilitasi tersebut secara leluasa. Melalui mekanisme ini, masyarakat tidak merasa dianggap sebagai “kuli”, melainkan ikut memiliki hutan mangrove tersebut, karena mereka merasa ikut merencanakan penanaman dan lain-lain. Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiMasyarakat merasa mempunyai andil dalam upaya rehabilitasi hutan mangrove tersebut, sehingga status mereka akan berubah, yaitu bukan sebagai kuli lagi melainkan ikut memilikinya. Pelaksanaan rehabilitasi hutan mangrove dengan penekanan pada pemberdayaan masyarakat setempat ini biasa dikenal dengan istilah pendekatan bottom- up. Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.PiDalam pelaksanaan Otoda (otonomi daerah) dewasa ini seharusnya semua kegiatan rehabilitasi hutan mangrove hendaknya diserahkan pada masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan mengembangkan partsipasinya terhadap berbagai kegiatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kehidupan mereka. Keberhasilan merehabilitasi hutan mangrove akan berdampak pada adanya peningkatan pembangunan ekonomi- khususnya dalam bidang perikanan, pertambakan, industri, pemukiman, rekreasi dan lain-lain. Kayu tumbuhan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan kayu bakar, bahan tekstil dan penghasil tanin, bahan dasar kertas, keperluan rumah tangga, obat dan masih banyak lagi lainnya Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.Pi
Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat oleh Indrawadi, S.Pi
Artikel Perikanan Lain
 |
Rumpon Menetap, Mampu Atasi Masalah Nelayan oleh Indrawadi, S.Pi Selasa 11 Desember 2007 - 08:51:15 Ats-Tsalatsa, 1 Dhul Hijja 1428 H - 08:51:15 |
 |
Scuba Diving, Menggaet Nikmat Dibawah Air oleh Indrawadi, S.Pi Kamis 04 Oktober 2007 - 11:35:56 Al-Hamis, 22 Ramadan 1428 H - 11:35:56 |
 |
Ekowisata Berbasis Penyu, Di Pesisir Selatan, Padukan Kepentingan Ekonomi dan Ekologi oleh Indrawadi, S.Pi Jumat 07 September 2007 - 14:55:33 Al-Jum'a, 24 Sha'ban 1428 H - 14:55:33 |
 |
Keberadaan Penyu dan Upaya Pelestariannya di Sumatera Barat oleh Harfiandri Damanhuri,S.Pi,M.Sc Sabtu 07 Juli 2007 - 08:45:33 As-Sabt, 21 Jumada Al-Thani 1428 H - 08:45:33 |
 |
Eko-Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir oleh Harfiandri Damanhuri, S.Pi, M.Sc Sabtu 07 Juli 2007 - 08:34:04 As-Sabt, 21 Jumada Al-Thani 1428 H - 08:34:04 |
 |
Pilih "Ngojek" Ketimbang Melaut oleh Indrawadi Rabu 24 Januari 2007 - 17:21:02 Al-Arba'a, 5 Muharram 1428 H - 17:21:02 |
 |
Scuba Diving, Menggaet Nikmat Dibawah Air oleh indrawadi Rabu 24 Januari 2007 - 17:12:24 Al-Arba'a, 5 Muharram 1428 H - 17:12:24 |
 |
Menumbuhkan Terumbu Karang di Atas Jubin oleh indrawadi Rabu 24 Januari 2007 - 17:10:37 Al-Arba'a, 5 Muharram 1428 H - 17:10:37 |
 |
Nelayan Cerdas, Nelayan Mandiri oleh Prof.Dr.Ir. Hafrijal Syandri, MS Jumat 19 Januari 2007 - 11:51:53 Al-Jum'a, 29 Dhul Hijja 1427 H - 11:51:53 |
 |
''Rumah Ikan'' dari Terumbu Karang Buatan oleh Indrawadi,S.Pi Sabtu 13 Januari 2007 - 08:25:51 As-Sabt, 23 Dhul Hijja 1427 H - 08:25:51 |
 |
Menyelam, Membuat Rumah Ikan... oleh Indrawadi,S.Pi Jumat 22 Desember 2006 - 11:21:57 Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 11:21:57 |
 |
Pemberdayaan Wanita Nelayan oleh Indrawadi,S.Pi Jumat 22 Desember 2006 - 11:11:05 Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 11:11:05 |
 |
The Influence Cake In Diet On Cyprinus Carpio L Performance Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit Dalam Pakan Terhadap Performa Ikan Mas (Cyprinus Carpio L) oleh Dr. Ir.M. Amri,MP Rabu 04 Oktober 2006 - 13:18:54 Al-Arba'a, 11 Ramadan 1427 H - 13:18:54 |
 |
Pengembangan Peternakan Di Wilayah Pesisir oleh Dr. Rusfidra, S.Pt. Senin 02 Oktober 2006 - 13:48:16 Al-Itsnayna, 9 Ramadan 1427 H - 13:48:16 |
 |
Sambil Menyelam, Meneliti Terumbu Karang oleh Indrawadi, S.Pi Selasa 17 Januari 2006 - 14:16:39 Ats-Tsalatsa, 17 Dhul Hijja 1426 H - 14:16:39 |
 |
Menyelam, Membuat Rumah Ikan... oleh Indrawadi, S.Pi Selasa 17 Januari 2006 - 14:12:46 Ats-Tsalatsa, 17 Dhul Hijja 1426 H - 14:12:46 |
 |
Nasib Nelayan Dihempas BBM, Namun Laut Masih Memberikan Harapan oleh Indrawadi,S.Pi Selasa 31 Mei 2005 - 08:08:45 Ats-Tsalatsa, 22 Rabi Al-Thani 1426 H - 08:08:45 |
 |
Pilih “Ngojek” Ketimbang Melaut oleh Indrawadi,S.Pi Selasa 31 Mei 2005 - 08:07:16 Ats-Tsalatsa, 22 Rabi Al-Thani 1426 H - 08:07:16 |
 |
Mengelola Sumberdaya Kelautan, Pilihan Masa Depan oleh Indrawadi,S.Pi Jumat 06 Mei 2005 - 14:50:33 Al-Jum'a, 27 Rabi Al-Awwal 1426 H - 14:50:33 |
 |
Kebijakan Pengelolaan Plasma Nuftah Ikan Bilih (Mystacoleucus padangenesis Blkr) di Danau Singkarak oleh Dr.Ir. Hafrijal Syandri,MS Jumat 06 Mei 2005 - 14:46:13 Al-Jum'a, 27 Rabi Al-Awwal 1426 H - 14:46:13 |
 |
Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Nelayan oleh Ir. Eni Kamal,M.Sc Jumat 29 April 2005 - 09:00:47 Al-Jum'a, 20 Rabi Al-Awwal 1426 H - 09:00:47 |
 |
Pembangunan Dan Peluang Kerja Pada Sektor Perikanan Dan Kelautan oleh Indrawadi, S.Pi Rabu 27 April 2005 - 11:48:03 Al-Arba'a, 18 Rabi Al-Awwal 1426 H - 11:48:03 |
 |
Menyelami Laut, Melihat Dunia Bawah Laut oleh Indrawadi,S.Pi Sabtu 16 April 2005 - 08:12:45 As-Sabt, 7 Rabi Al-Awwal 1426 H - 08:12:45 |
 |
Di Laut Kita Tumpang Tindih oleh Indrawadi Sabtu 16 April 2005 - 08:08:41 As-Sabt, 7 Rabi Al-Awwal 1426 H - 08:08:41 |
 |
Di Laut Kapan Kita Jaya ? oleh Indrawadi Sabtu 16 April 2005 - 08:04:43 As-Sabt, 7 Rabi Al-Awwal 1426 H - 08:04:43 |
 |
Menyelam Di Sumatera Barat oleh indrawadi Kamis 17 Maret 2005 - 18:33:13 Al-Hamis, 6 Safar 1426 H - 18:33:13 |
 |
Sekilas Tentang Terumbu Karang oleh Indrawadi Kamis 17 Maret 2005 - 18:31:33 Al-Hamis, 6 Safar 1426 H - 18:31:33 |
|
|