EnglishIndonesia

Link

.: Link Lain :.

Online

Pengunjung: 5, Anggota: 0 ...

paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

.: Apa itu RSS :.
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ?
Abjad Pertama Judul Tulisan
&<ABDEFGHIJKLMNOPQRSTUW semuanya Daftar
11 06
Al-Itsnayna, 14 Shawwal 1427 H - 10:23:21
oleh: Dr.Ir.Agustedi,MS



Indonesian Regional Invesment Forum (IRIF) 2006 yang digelar 2-4 November 2006 di Hotel Shangri La telah usai dan salah seorang peserta Wiztian Yoetri (Pemred Padeks) menyatakan Irman Gusman sebagai ketua pelaksana, luar biasa. Pernyataan ini memberikan nilai plus yang sangat tinggi terhadap putra minang ini yang telah berhasil dalam menyelenggarakan forum bertaraf internasional. Hampir sebagian besar pimpinan daerah Sumbar mengikuti acara tersebut, mulai dari Gubernur Bapak Gamawan Fauzi dan sejumlah walikota serta bupati sangat optimis dengan hasil forum tersebut.
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
CK Prahalad sebagai ahli manajemen strategi dan termasuk tokoh ekonomi yang paling berpengaruh di dunia menjadi pembicara utama. Apa yang dikatakan oleh Prahalad rasanya tidak terlalu istimewa karena telah sering dibicarakan tetapi karena yang menyampaikannya adalah seorang tokoh ekonomi dunia, maka semua yang dinyatakannya seperti pil mujarab yang sekali minum dapat menyembuhkan suatu penyakit. Lihat apa yang dikatakannya bahwa yang dibutuhkan untuk sukses adalah keteladan, tidak lebih dari itu, dan pernyataan ini telah ada sejak era orde baru dan menjadi doktrin setiap penataran P4.
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
Kita akui memang apa yang disampaikannya itu sangat menyentuh, dan mencapai akar rumput permasalahan. Selanjutnya dikatakan untuk menggaet investor pentingnya kepercayaan diri atau keyakinan bahwa investor berminat untuk menanamkan investasinya di daerah kita dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi cukup besar.
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
Yang menjadi pertanyaan adalah yakinkah pemda bahwa investor mau menanamkan investasinya di Sumbar? Jawaban seharusnya yakin, karena Sumbar kaya dengan segala potensi daerah yang sangat mendukung mulai dari SDA yang subur dengan berbagai komoditi orientasi ekspor (CPO, Coklat, karet, sayuran, buahan, dll), panoramanya sangat mempesona dengan julukan wonderful, very beautiful, dan lain-lain; sumberdaya kelautan dan perikanan yang beraneka ragam ikan sangat potensil kata kepala DKP Prop baru digarap 30 %; SDM kualitas dan kuantitas tersedia; lahan tersedia; dan tersedianya infrastruktur serta pemda mendukungnya. Tapi kenyataannya sudah berapa investor yang menanamkan investasinya ? banyak investor yang telah meninjau langsung ke lapangan dari Singapura, Malaysia, Hongkong, dll tapi proses selanjutnya hilang entah kemana, apa lacurnya ? jawabannya teramat sulit dan sukar diurai dari mana akan dimulai.
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
Prahalad membeberkan pandangannya tentang iklim investasi di Indonesia, dinyatakannya dalam beberapa poin, yaitu:
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
  1. Apakah Indonesia (termasuk Sumbar) percaya/diri bahwa investor tertarik menanamkan investasinya ? dan ini menjadi factor kunci. Apa keunggulan dan kemudahan dan nilai tambah yang akan diterima oleh investor kalau menanamkan modalnya di Indonesia ? Di Asean Indonesia merupakan peringkat terbawah dalam kemudahan berbisnis. Hasil pengamatan IFC dan bank dunia dari 175 negara yang diteliti ternyata Indonesia merupakan peringkat 135 dalam kemudahan berbisnis. Bandingkan dengan Thailand peringkat 18, Malaysia peringkat 25, Singapura peringkat 1, Filipina peringkat 126, dan Vietnam peringkat 104. Untuk mendirikan perusahaan Indonesia peringkat 161 dengan jumlah prosedur 12 dengan waktu penyelesaian 97 hari; untuk pengurusan perizinan berada pada peringkat 140 dengan jumlah prosedur 19 dan waktu penyelesaian izin 224 hari jang jauh lebih lama dibanding Negara-negara Asean termasuk Vietnam sekalipun (Media Indonesia, 3 Nov 2006). Prahalad mengunci pembicaraanya pada bagian ini dengan menyampaikan bahwa Negara Cina dan India telah mampu mengembangkan kepercayaan dirinya dan siap menjadi Negara pekerja/produksi.
  2. Pemerintah daerah mempunyai peran penting untuk memicu arus masuk investasi melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif/bersahabat, dan menjamin keberadaan investasi para pengusaha.
  3. Pemimpin lokal harus memiliki kecerdasan lokal, artinya dalam cakupan Sumbar pemimpin dinas/lembaga benar-benar menguasai bidang yang dipimpinnya bukan hanya sekedar dibelakang meja tetapi harus menguasai lapangan kerja luar dan dalamnya. Apa yang dicontohkan oleh Bangladesh dengan program Grameen Bank adalah pengentasan kemiskinan local dengan solusi local. Tidak perlu pula IMF ikut campur sehingga Muhammad Yunus meraih nobel perdamaian. Grameen bank seperti julo-julonya ibu-ibu diciptakan oleh wanita, karena itu wanita jangan dipinggirkan, ikutkan ia dalam setiap gerak pembangunan.
  4. Jangan bergantung pada ahli tapi bergantunglah pada hati (harapan) orang-orang (penduduk) disekitar anda, karena setiap permasalahan ada di dalam bukan di luar. Sangat menyentuh dan dalam sekali makna pernyataan Prahalad ini, kita sering minta bantuan ahli dan kurang/tidak percaya pada diri/kemampuan sendiri sehingga kita dibawa ke alam pemikiran si ahli yang belum tentu sesuai dengan permasalahan daerah/masyarakat lokal.
  5. Jadikan orang-orang sukses didaerah/negeri ini sebagai contoh. Jangan berfikir apa yang dibutuhkan untuk melakukannya tapi yang harus difikirkan bagaimana bisa berhasil mencapai tujuan. Kita jarang mencontoh atau memuji apa yang baik dihasilkan pimpinan di daerah ini, bahkan kita sering menganggap remeh apa yang dihasilkan pemimpin lokal. Yang masih hangat di Sumbar masalah tunda (tunjangan daerah) yang dicanangkan Pak Gamawan Fauzi konsepnya sangat baik, malau dituduh mencari popularitas, masalah zakat yang dipromosikan Pak Fauzi Bahar, dan lain-lain yang nilai positifnya lebih baik, kenapa tidak kita dukung?


1  2  » selanjutnya
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ? oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
Artikel Ekonomi Lain
PENGARUH PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP EKONOMI REGIONAL DAERAH RIAU
oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP
Selasa 09 September 2008 - 13:11:36
Ats-Tsalatsa, 8 Ramadan 1429 H - 13:11:36
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean
oleh Antoni., SE., ME
Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:45
Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:45
Penguatan Ekonomi Dalam Negeri dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Amerika Serikat
oleh Antoni., SE., ME
Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:15
Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:10:15
Tantangan Ekonomi Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi Tahun 2008
oleh Antoni., SE., ME
Rabu 23 Januari 2008 - 12:09:32
Al-Arba'a, 14 Muharram 1429 H - 12:09:32
Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Petani di Pedesaan Daerah Riau
oleh Almasdi Syahza
Sabtu 18 Agustus 2007 - 15:12:06
As-Sabt, 4 Sha'ban 1428 H - 15:12:06
Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau
oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP
Selasa 07 Agustus 2007 - 11:14:55
Ats-Tsalatsa, 23 Rajab 1428 H - 11:14:55
Pembangunan Agro Estate Kelapa Sawit Dalam Upaya Percepatan Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan
oleh Almasdi Syahza
Rabu 01 Agustus 2007 - 12:57:05
Al-Arba'a, 17 Rajab 1428 H - 12:57:05
Pengembangan Kinerja Usaha Kecil Ditinjau Dari Aspek ......
oleh Antoni.,SE.,ME
Senin 19 Maret 2007 - 08:22:36
Al-Itsnayna, 29 Safar 1428 H - 08:22:36
Pola Pengembangan Lokasi dan Daya Saing Kawasan Ekowisata
oleh Antoni.,SE.,ME
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:31:32
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:31:32
Dampak Hutang Luar Negeri dan Variabel Makro Ekonomi Lainnya Terhadap Perekonomian Indonesia
oleh Antoni.,SE.,ME
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:29:57
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:29:57
Strategi Pemberdayaan Industri Kecil Berbasis Agroindustri di Pedesaan
oleh Ir. Muhibbullah Azfa Manik, MT
Rabu 15 Juni 2005 - 15:46:43
Al-Arba'a, 8 Jumada Al-Ula 1426 H - 15:46:43
Saatnya Melepas Dollar
oleh Endri, SE.MA
Rabu 04 Mei 2005 - 07:41:11
Al-Arba'a, 25 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:41:11
Analisis Penentuan Keputusan Investasi: Studi Kasus Saham PT Lippo Bank Tbk (LPBN)
oleh Endri, SE.MA
Sabtu 23 April 2005 - 07:46:14
As-Sabt, 14 Rabi Al-Awwal 1426 H - 07:46:14
Galeri Random
   Berita Kampus
»Penerimaan CPNS Departemen Kelautan dan Perikanan
Berikut informasi Penerimaan CPNS di Departemen Kelautan dan Perikanan, Batas waktu pengiriman lamar ...
»dua mahasiswa Fak. Hukum UBH Ananda Putra, Hendro Damuci, dan Zulkifli Antarkan UBH Juara Debat Mahasiswa se Sumatera Barat
Kampus Bung Hatta, Fakultas Hukum - Tim dari Universitas Bung Hatta (UBH) yakni Ananda Putra, Hendro ...
»Pengiriman Mahasiswa Mengikuti Kompetisi Matematika Tingkat Nasional
Lima orang mahasiswa akan dikirim mengikuti kompetisi matematika tingkat nasional pada tanggal 12 - ...
»Mahasiswa FTI-UBH, Olah Kotoran Ternak Jadi Energi Listrik
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Muhammad Nizam Ibka menci ...
»Bupati Tanah Datar Meresmikan Kincir Air Kerjasama Dengan Universitas Bung Hatta
Dalam rangka meningkatkan komunikasi yang produktif antar stakeholders, Forum Komunikasi dan Konsult ...
Copyright (c) Universitas Bung Hatta
Design by Djamboe WebDesign
Development by Djamboe WebDesign