Beberapa Catatan Tentang Opspek-Positif:Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionMahasiswa adalah komunitas. Seperti sudah tradisi dalam sebuah komunitas, anggota baru yang ingin masuk ke komunitas tersebut akan melalui sebuah proses ritual yang bernama inisiasi. Inisiasi dengan berbagai nama: mapram/ Opspek /OS jurusan/OS himpunan adalah proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan mahasiswa angkatan sebelumnya (kakak kelas/senior) di jurusan yang sama (Pikiran Rakyat, 10/05/2004).
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionOpspek merupakan bagian dari tradisi kampus yang tidak perlu dihilangkan, karena bertujuan positif yakni menyiapkan mahasiswa baru dari kebiasaan belajar di sekolah menengah menjadi mahasiswa. Walau dalam pelaksanaannya kadang-kadang menimbulkan ekses negatif. Eksesnya itu yang harus dihindari, bukan Opspeknya yang harus di hilangkan. Bahwa ada korban, itu merupakan bagian dari ekses negatifnya, tapi dalam pelaksanaan Opspek tak bolah ada kekerasan (Malik Fazar, Kompas 13/08/2003).
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionOpspek belakangan tak lagi identik dengan bentak-bentakan dari senior ke juniornya. Memang, selain untuk memperkenalkan kampus, Opspek juga bermanfaat untuk pembentukan karakter dan melatih kerjasama mahasiswa baru. Ini tampak pada kegiatan PMB (pembekalan mahasiswa baru) Sekolah Tinggi Ilmu Komputer - Surabaya. Salah satu kegiatan yang diikuti 500 mahasiswa baru adalah permainan waterfall (Jawa Pos, 19/08/2005).
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionTujuan pelaksanaan Opspek, untuk mendekatkan mahasiswa baru kepada lingkungan kampus, kebersamaan dengan seniornya dan kegembiraan. Rektor Universitas Tanjung Pura - Kalimantan mengatakan, prosedural pelaksanaan penyambutan mahasiswa baru disesuaikan dengan kreasi fakultas masing-masing yang menerapkan pengenalan kampus itu akademisi (Pontianak Post, 7/09/2004). Ospek itu sendiri harus diakui adalah percepatan masa penyesuaian mahasiswa (Kompas,14/09/2003).
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionBeberapa Catatan Tentang Opspek-Negatif:Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionSelama ini ada anggapan mahasiswa baru harus dipelonco. Mereka dianggap tidak tahu apa-apa, jadi bisa diperlakukan. Yang memelonco-mahasiswa senior-memiliki latar belakang dan motivasi sendiri- sendiri. Mereka memperlakukan mahasiswa baru dengan permintaan yang aneh-aneh. Semakin bisa memberi perintah aneh-aneh, yang bersangkutan dianggap semakin kreatif.
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionDirunut ke Opspek sebelumnya, unsur-unsur ngerjain lebih dominan dari segala macam konsep yang katanya ada itu. Misalnya, mahasiswa baru disuruh makan mi dingin dengan mata tertutup setelah mencari cacing tanah. Ada juga mahasiswa baru yang disuruh berulang kali mengukur jalan sepanjang puluhan meter dengan jengkal tangan hanya karena senior menyatakan hasil pengukurannya belum tepat.
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionDi Institut Teknologi Bandung (ITB), Opspek himpunan sering menjadi momok bagi mahasiswa baru. Cerita-cerita seram beredar di kalangan mahasiswa baru. Mulai dari diinjak-injak senior beramai- ramai sampai long march di gunung dalam keadaan kurang makan, kurang minum, dan tidur pun di atas pohon, sehingga tidak jarang si mahasiswa baru berjalan dalam kondisi setengah tidur dan minum air apa saja yang ada, termasuk air bak atau sungai.
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionCatatan sejarah membuktikan, nyaris tiap tahun korban berjatuhan, bahkan tak sedikit korban yang meninggal dunia, seperti yang pernah terjadi di STPDN (IPDN). Semuanya ditudingkan pada cara pembinaan yang militerisme.
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionBentuk Ospek di Luar Negeri:Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionDi University of California, Los Angeles (UCLA) sudah sejak tahun 1950-an tidak ada lagi masa orientasi yang diwarnai perpeloncoan. Menurut Roxanne G Neal, Direktur Program Orientasi UCLA, saat ini tidak ada lagi tindakan-tindakan senior dalam program orientasi yang menindas anak baru dengan mengatasnamakan tradisi. Seandainya ada oknum mahasiswa yang melakukannya, maka tindakan ini dianggap pelecehan dan sudah pasti akan mendapat sanksi baik dari pihak universitas maupun kepolisian. Satu-satunya tradisi yang diturunkan dalam masa orientasi adalah yel-yel yang disebut "8-tepukan". Yel-yel sebagai sarana unjuk gigi sekaligus menjaga semangat ini biasa ditampilkan dalam acara- acara olahraga seperti football dan basket.
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionUniversitas di Belanda, Ospek diadakan oleh perkumpulan mahasiswa atau studenten verenigning, bukan universitas. Mahasiswa baru harus mengikuti suatu program yaitu "sorority" selama dua minggu, seminggu di antaranya kerja di hutan sebagai ritual masuk ke sorority. Selama masa orientasi yang disebut Eureka Week itu, mahasiswa baru yang namanya diganti dengan angka selama seminggu kerja di hutan, tanpa mandi, tanpa tahu waktu, tanpa snack dan rokok. Untuk orientasi universitas, yang ada hanya kuliah umum serta jalan-jalan keliling kota dan kampus.
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry NasutionUniversitas di Malaysia, Opspek tidak lebih dari pengenalan kampus. Mulai dengan lingkungannya, seperti : berjalan mengelilingi areal kampus, asrama, perpustakaan, pusat pusat kegiatan mahasiswa, pengenalan akademik di fakultas dan jurusan masing-masing. Tidak ada terlihat atribut-atribut tiap fakultas atau jurusannya, seluruhnya sama dengan berpakaian putih - hitam. Dan panitia pelaksana turut serta berpanas-panasan dan berjalan kaki sambil menerangkan lingkungan kampus ke adik-adiknya, kegiatan ini dilaksanakan selama satu minggu. Sama halnya dengan Universitas di California, jika senior-senior melakukan tindakan pelecehan atau melanggar HAM terhadap mahasiswa baru, sanksi yang akan diterima adalah dikeluarkan dari kampus.
Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry Nasutionsebelumnya « 1 2 3 » selanjutnya Potret Kegiatan Yang Namanya: OPSPEK oleh Henry Nasution