EnglishIndonesia

Link

.: Link Lain :.

Online

Pengunjung: 8, Anggota: 0 ...

paling banyak berkunjung: 106
(anggota: 0, pengunjung: 106) pada 19 Ags : 05:52
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom

.: Apa itu RSS :.
07 23
Kategori Informasi Kampus
Al-Arba'a, 19 Rajab 1429 H - 08:34:54
oleh antara-sumbar.com

Gambar: bilih Padang, (ANTARA) - Alat tangkap kurang ramah lingkungan yang banyak digunakan nelayan di Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu penyebab terancamnya kelestarian ikan bilih (Mystacoleusus padangensis Blkr) di habitat tersebut.

Padahal ikan bilih merupakan satu dari 87 spesies ikan langka endemik di Indonesia yang terancam punah, kata pakar perikanan dari Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Dr Ir Hafrijal Syandri, MS di Padang, Selasa.

Syandri merupakan guru besar ilmu pengelolaan perikanan perairan umum dan teknologi reproduksi ikan pada Fakultas Perikanan dan Kelautan UBH dan telah melakukan penelitian perkembangan ikan Bilih Danau Singkarak yang terancam punah sejak beberapa tahun lalu.

Menurut dia, alat tangkap kurang ramah lingkungan di Danau Singkarak itu adalah penggunaan jaring dengan mata jaring berukuran sangat kecil (satu inci ke bawah, red) dan alat tangkap bersifat destruktif yakni memakai aliran listrik dan tuba (racun).

Bahkan pada beberapa lokasi di Danau Singkarak terjadi penangkapan ikan bilih menggunakan bahan peledak (bom ikan, red) yang masih dilakukan sebagian masyarakat nelayan setempat, tambahnya.

Dari penelitiannya di Danau Singkarak, Syandri mengungkapkan alat tangkap ikan bilih yang dominan dipakai nelayan setempat adalah jaring insang dengan mata jaring 3/4 inci, dengan jumlah mencapai 544 unit


Satu unit jaring insang memiliki panjang 100 meter dan kedalaman 10 meter, tambahnya.
Berita: Alat Tangkap Tak Ramah Lingkungan Ancaman Ikan Bilih
Alat tangkap lainnya, jaring insang dengan lebar mata jaring satu inci sebanyak 350 unit, jaring lingkar dengan lebar mata 3/4 inci sebanyak 45 unit, jaring lingkar dengan lebar mata satu inci sebanyak 25 unit, jala dengan lebar mata 3/4 inci sebanyak 167 unit dan jala dengan lebar mata satu inci sebanyak 88 unit.
Berita: Alat Tangkap Tak Ramah Lingkungan Ancaman Ikan Bilih
Selain itu, nelayan juga menggunakan alat tangkap alahan sebanyak 52 unit, lukah 10 unit dan sentrum 69 unit, tambahnya. (Sumber : H014, antara-sumbar.com)
Komentar: 0 | email ke teman anda model cetak buat pdf untuk berita ini
Galeri Random
   Berita Kampus
»KESEMPATAN EMAS BAGI MASYARAKAT YANG SIBUK UNTUK KULIAH DI FPIK UBH
Mulai semester Ganjil 2008/2009 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta memberik ...
»Fakultas Hukum dan FKIP UBH Primadona
Padang, Padek-- Hari ini Universitas Bung Hatta (UBH) bakal mengumumkan kelulusan sekitar 1.200 calo ...
»Pengiriman Mahasiswa Mengikuti Kompetisi Matematika Tingkat Nasional
Lima orang mahasiswa akan dikirim mengikuti kompetisi matematika tingkat nasional pada tanggal 12 - ...
»Mahasiswa FTI-UBH, Olah Kotoran Ternak Jadi Energi Listrik
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Muhammad Nizam Ibka menci ...
»Bupati Tanah Datar Meresmikan Kincir Air Kerjasama Dengan Universitas Bung Hatta
Dalam rangka meningkatkan komunikasi yang produktif antar stakeholders, Forum Komunikasi dan Konsult ...
Copyright (c) Universitas Bung Hatta
Design by Djamboe WebDesign
Development by Djamboe WebDesign